MAPALA - MIPALA FMIPA UNTAN

SELAMAT DATANG.

Motto Organisasi MIPALA

Alam adalah tempat untuk menguji kepribadian dan keteguhan hati seseorang Alam tidak akan hidup tanpa adanya orang-orang yang berfikir dan menghargainya.

IKRAR MIPALA

Kami menjadi satu dalam nafas Pencinta Alam Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Tanjungpura dan rela berkorban dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai akademis, baik di dalam maupun di luar kampus.

Organisasi MIPALA

Alam adalah tempat untuk menguji kepribadian dan keteguhan hati seseorang Alam tidak akan hidup tanpa adanya orang-orang yang berfikir dan menghargainya

Underwater

Menikmati keindahan laut siapa yang tidak ingin namun semua tergantung kesiapan kawan-kawan,Dasar Snorkling, yang biasa juga disebut dengan skin diving harus dimiliki.

Showing posts with label Survival. Show all posts
Showing posts with label Survival. Show all posts

Membuat Tali Busur


Tali busur adalah hal yang paling vital dari sebuah busur, tanpa perangkat ini, busur tidak dapat berfungsi. 

Tali busur dituntut untuk tetap kuat menopang tarikan dari kekuatan pegas kayu yang setara hingga berat 25 kg. Tali busur yang baik adalah tidak mudah rusak terkena gesekan dari pangkal anak panah. kuat dengan beban dan kuat terhadap gesekan, inilah yang membuat tali pada busur selalu sulit dibuat.


Untuk memenuhi keriteria sebuah tali busur yang standart  tersebut di perlukan bahan yang sesuai. Tali busur dapat dubuat dari berbagai macam bahan, dapat dibuat dari bahan alami seperti, akar pohon, kulit pohon, ekor kuda, bulu kambing dan lain-lain. Tali busur dapat dibuat dari bahan industri seperti tali rafia, tali senar plastik, atau tali dari bahan lainnya.


Setelah bahan ditentukan, anda tidak boleh sembarangan dalam menganyam bahan  tali busur  anda, karena hal ini juga akan mempengaruhi kekuatan dan keawetan bahan anda selama penggunaan nantinya.

Gambar berikut ini merupakan bentuk anyaman paling kuat dalam membuat busur:



Untuk mengaitkan tali anyaman anda pada busur anda dapat menggunakan simpul Morning hitch, Figure of eight, Running line,running bow line atau anda dapat memilihnya "di sini"

Ciri - Ciri Tumbuhan Penyelamat di Hutan

Aktivitas di alam terbuka sering memunculkan situasi darurat. Tersesat, terhadang cuaca buruk, atau kehabisan bekal. Jangan panik, tumbuhan liar hutan menyediakan aneka daun, buah, umbi, batang yang bisa dimakan, asalkan kita mengenal ciri-cirinya.
Kalau Agan mengaku pencinta alam yang doyan menempuh rimba atau mendaki gunung, pasti kenal dengan istilah survival, yaitu upaya untuk bisa bertahan hidup di alam liar. Pengetahuan survival wajib dikuasai oleh para petualang untuk menghadapi situasi darurat lantaran kehilangan orientasi atau kehabisan bekal.
Menurut para ahli, 10% dari keseluruhan jenis tumbuhan berbunga di dunia ada di Indonesia, Artinya kita memiliki kurang lebih 25.000 jenis tumbuhan berbunga. Jika ditambah dengan tumbuhan tak berbunga dan jamur, maka jumlahnya akan berlipat-lipat. Dari keseluruhan jenis tumbuhan itu ada yang beracun, ada yang bisa dimakan, dan ada yang disarankan untuk dimakan.

Tak beracun = dimakan satwa


Untuk mengetahui apakah suatu jenis tumbuhan di hutan aman atau tidak untuk dimakan, ada beberapa kunci yang bisa dijadikan pegangan.
Tumbuhan yang daun, bunga, buah, atau umbinya biasa dimakan oleh satwa liar, adalah tumbuhan yang tidak beracun. Jadi kita bisa mengkonsumsinya. Sementara, tumbuhan yang berbau tidak sedap dan bisa membuat pusing, serta tidak disentuh oleh binatang liar, sebaiknya jangan disentuh. Juga tumbuhan bergetah yang membikin kulit gatal, dianjurkan untuk dihindari.
Tumbuhan lain yang perlu disingkirkan adalah tanaman yang daunnya bergetah pekat, berwarna mencolok, berbulu, atau permukaannya kasar. Tanaman dengan daun yang keras atau liat juga jangan dikonsumsi. Jika mendapatkan tumbuhan kemaduh (Laportea stimulans) waspadalah lantaran bulu pada daunnya membuat kulit gatal dan panas.
Sementara itu beberapa jenis tumbuhan yang mungkin ditemui di hutan dan dapat dimakan meliputi beragam jenis. Di antaranya keluarga palem-paleman, misalnya kelapa, kelapa sawit, sagu, nipah, aren, dan siwalan. Bukan hanya bagian umbutnya (bagian ujung batang muda dan berwarna putih) yang bisa dimakan, tapi juga buahnya (seperti kelapa dan siwalan).
Jenis jambu-jambuan yang masuk dalam keluarga Myrtaceae juga banyak dijumpai di hutan. Ciri-ciri Myrtaceae adalah daunnya berbau agak manis jika diremas. Bunganya memiliki banyak sekali benang sari dengan buah yang enak dimakan.
Tumbuhan semak dari keluarga begonia juga bisa jadi penyelamat dalam keadaan darurat. Daun begonia umumnya berbentuk jantung tidak simetris. Beberapa jenis dijadikan tanaman hias. Bila tangkai daunnya yang masih muda dikupas dan dimakan, rasanya masam dan sedikit pahit.
Beberapa jenis keladi umbinya bisa dimakan, meski pada jenis lain umbinya menyebabkan gatal di mulut dan bibir. Untuk itu dianjurkan untuk tidak sembarangan melahap keladi hutan. Sebaiknya dicoba dulu dalam jumlah kecil. Hindari makan iles-iles (Amorphophallus sp.)
Tumbuhan merambat dan melilit di pohon lain, bisa dimakan jika lilitan batang ke arah kanan (searah dengan jarum jam). Di antaranya gembili (Dioscorea aculeata), gembolo (Dioscorea bulbifera), ubi rambat. Tapi bila arah lilitannya ke kiri (berlawanan arah jarum jam) dan batangnya berduri, harus ekstrahati-hati. Jenis yang kedua ini misalnya gadung (Dioscorea hispida), yang beracun, walau tetap dapat dimakan setelah melalui proses pengolahan khusus.
Sementara keluarga rumput-rumputan seperti tebu dan beberapa jenis bambu, rebungnya enak dimakan. Demikian pula pisang hutan bisa langsung dikonsumsi.
Di tempat yang lembap dan tinggi, jenis paku-pakuan tunas dan daun mudanya enak dimakan. Tumbuhan lain yang buahnya juga bisa dimakan misalnya markisa (Passiflora sp.). Markisa ini adalah tumbuhan merambat dengan bunga khas. Beberapa anggota keluarga sirsak (Annonaceae), misalnya Annona muricata, daging buahnya segar. Buah lainnya semisal senggani (Melastoma sp.), arbei hutan (Rubus), dan anggur hutan

Hindari warna mencolok

Selain tumbuhan di atas, jamur juga bisa menjadi dewa penyelamat bila tersesat. Menurut literatur, sudah ditemukan 38.000 jenis jamur di seantero dunia. Di antaranya ada yang enak dimakan, tapi sayang, yang tidak boleh dimakan karena beracun lebih banyak lagi. Tidak heran bila budaya makan jamur yang layak konsumsi konon sudah ada sejak jaman Mesir Kuno.
Untuk mengetahui jamur itu beracun atau tidak, bisa dilihat dari bentuk, warna, dan tempat tumbuhnya. Sementara di laboratorium, bisa dilakukan analisis secara kimiawi maupun dengan hewan percobaan. Tetapi jika sedang dihadapkan pada masalah mendesak survival di hutan belantara, mustahil bisa pergi ke laboratorium dulu untuk memastikan apakah jamur yang ditemukan itu beracun atau tidak. Karena itu kita perlu mengenal jamur-jamur yang biasa dikonsumsi masyarakat.
Untuk menghindari makan jamur liar beracun, perlu diketahui ciri-cirinya. Yaitu, warna payungnya gelap atau mencolok misalnya biru, kuning, jingga, merah. Perkecualian untuk jamur kuping dengan payung coklat yang toh juga dapat dimakan.
Bau tidak sedap lantaran kandungan asam sulfida atau amonia juga sekaligus menunjukkan jamur tersebut tak layak konsumsi.
Tahukah Anda, beberapa jenis jamur ada yang memiliki cincin atau cawan pada tangkainya, misalnya jenis Amanita muscaria, dalam bahasa Jawa disebut supa-upas. Bentuknya seperti payung putih kekuningan, bagian payungnya warna merah bintik-bintik putih. Awas, racun pada jamur ini tergolong racun kuat. Beda dengan jamur merang (Volvariella volvacea), meski mempunyai cincin tetapi bisa dimakan.
Jamur beracun umumnya tumbuh di tempat kotor, misalnya pada kotoran hewan dsb. Mereka dapat berubah warna jika dipanasi. Jika diiris dengan pisau perak atau digoreskan pada perkakas perak akan meninggalkan warna biru. Warna biru ini disebabkan kandungan sianida atau sulfida, yang beracun. Sementara nasi akan berwarna kuning jika dicampur jamur beracun. Petunjuk lain, ia juga tidak dimakan oleh hewan liar.
Repotnya jenis jamur ini juga berbahaya kalau sampai sporanya menempel pada kulit, karena dapat menyebabkan kulit gatal, bahkan melepuh. Bagaiamana ciri-ciri orang yang keracunan jamur? Selidikilah, apakah ia pusing, perut sakit terutama ulu hati, mual, sering buang air kecil, tubuh lemas, pucat? Jika ia muntah, adakah darah pada muntahannya? Racun akibat jamur cukup ganas juga, kalau tidak tertolong korban bisa meninggal setelah 3 – 7 hari.
Sebelum dimakan, tumbuhan liar di hutan sebaiknya dimasak dulu untuk mengurangi dampak buruk seperti diare dan alergi. Bagaimana kalau sedang coba-coba makan tumbuhan hutan lantas keracunan? Masih ada upaya menetraliskan. Upayakan untuk memuntahkannya dengan jalan “dipancing-pancing”. Jika sudah muntah minumlah air kelapa. Pil norit mungkin bisa juga membantu mengurangi kadar racun, kalau ada.
sumber: kaskus.us

Macam Bentu Jebakan part 6

Kemampuan membuat jebakan merupakan penentu antara lapar dan kenyang ataupun antara hidup dan mati dalam situasi survival. Berbagai macam jebakan dibuat dengan banyak jenis, dari jebakan lubang, jebakan gantung, jebakan penjepit hingga jebakan tindih. Berbagai bahan baik alami maupun buatan dapat digunakan untuk membuat jebakan, tergantung dengan ketersediaan bahan dan hewan buruan. Hewan yang biasa diburu dapat berupa seekor burung, mamalia, reptile atau pun ikan.

Dalam materi membuat jebakan, ragawana menyuguhkan 10 jebakan yang semoga bermanfaat. Judul yang akan digunakan adalah Jebakan 1 hingga jebakan 10.


Untuk jebakan 3, kita akan mengupas mengenai jebakan yang biasa dikenal “squirrel trap”, Jebakan jenis ini dibuat sensitive dan efektif dengan cara menjepit/menjatuhkan benda kepada sasaran.



Dalam membuat squirrel trap, bahan yang diperlukan adalah ranting kayu, pisau dan batu / gelondong kayu. Ranting kayu diperlukan untuk membuat figure sebagai pemicu, pisau digunakan untuk membuat struktur  fugure yang sistematis, sedangkan batu atau gelondong kayu digunakan sebagai penindih target buruan. Ukuran dalam membuat squirrel trap ini disesuaikan dengan keadaan sekitar, yaitu mengenai ketersediaan bahan. Penentu selanjutnya adalah ukuran target buruan dan tenaga serta waktu membuatnya. Tentu saja ketersediaan bahan dan tenaga akan mempengaruhi waktu anda.
Dalam membuat squirrel trap ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu cara membangunnya. 



Penjelasan:

Bahan penindih:  batu dengan bagian bawah yang rata adalah yang terbaik, semakin luas penampang yang rata maka kemungkinan buruan dapat lolos akan semakin kecil.

Struktur: bahan dahan pohon adalah yang terbaik, kuat dan mudah dibentuk. Buatlah 3 dengan panjang  yang berbeda, serut dahan dan buatlah 2 dahan membentuk lembaran/persegi panjang  papan kayu, gunakan pada kayu warna biru dan kuning. sesuaikan dengan ukuran, untuk ketepatannya anda perlu melakukan simulasi. 1 batang kayu untuk membentuk struktur nomer 2 dan 3.

Struktur 1: perhatikan baik-baik struktur yang harus dibuat, struktur ini akan berfungsi menopang secara langsung terhadap bahan penindih (batu/ gelondong kayu).

Struktur 2: perhatikan baik-baik struktur yang harus dibuat, struktur ini akan berfungsi menunjang tekanan pada gambar 1 untuk tetap stabil. Struktur ini dibuat satu batang dengan peletakan umpan pada struktur nomer 3.

Struktur 3: di sanalah anda menempatkan umpan. letakkan struktur ini pada bagian dalam jebakan.

Struktur 4: perhatikan baik-baik struktur yang harus dibuat, struktur ini berfungsi untuk menopang struktur 1 dan terkunci oleh struktur horisontal.

Jika diperhatikan dari samping maka:


perhatikan baik-baik struktur yang harus dibuat, struktur ini akan saling berkaitan antara struktur vertical dan horisontal, dibuat saling mengait, Sehingga akan kuat, membuat struktur ini pas antar struktur adalah penting karena akan berpengaruh pada kekuatan. kita tetap memerlukan pergerakan untuk memfungsikan jebakan ini dengan baik. Sering melakukan pelatihan simulasi agar dapat melakukannya dengan baik.

Jebakan jenis ini akan akan efektif jika anda buat dengan ukuran sedang, target yang dianjurkan adalah tupai, musang, ayam, burung. Tetapi untuk memburu babi hutan anda akan memerlukan bahan penindih yang sangat berat. Cara kerja Jebakan ini mirip dengan figure 4 dead fall. Hanya berbeda pada bentukan struktur dan kayu struktur yang diperlukan.

Tips: struktur squirrel trap hanya dapat didirikan langsung dengan menindihkan beban tindih. Sehingga jika anda sendirian maka untuk membuat squirrel trap dengan ukuran besar adalah sangat sulit. Berbeda dengan struktur figure 4 dead fall  yang dapat berdiri tanpa beban tindih.

Cara bikin Tombak Ikan dari Bambu


Menangkap ikan dapat menggunakan berbagai cara. Menagkap ikan dapat dilakukan dengan kail, jaring, peledak, ataupun dengan tangan kosong. Tetapi ketika semua cara di atas tidak dapat dilakukan karena perihal suatu halangan atau kondisi yang tidak mendukung, maka anda dapat melakukannya dengan menggunakan tombak bambu.


Bahan yang diperlukan untuk membuat tombak ikan dari bambu :
  1. Bambu, bahan dasar ini dapat anda pilih pada bambu yang berumur tua, pilihan tua adalah mengenai pertimbangan kekuatan struktur bambu. panjang 2,5-3 meter, dengan panjang ini berpengaruh terhadapa daya jangkau, daya tekan dan keseimbangan lemparan. Tidak terlalu besar(diameter), hal ini akan berpengaruh terhadap control anda pada bambu, yaitu tidak akan terlalu berat untuk menunjang daya refleks anda.
  2. Tali, bahan ini berfungsi untuk mengikat bagian pecahan pada bambu anda dan menjaga mata tombak anda pada posisi stabil.
  3. Ring, cincin ini dapat anda buat menggunakan ruas bambu, cincin ini mempengaruhi lebar antara mata tombak anda, ring dipasang pada bagian dalam pecahan pada tombak.
  4. Pisau, peralatan yang satu ini berfungsi untuk membuat mata tombak yang tajam.

Langkah membuat tombak ikan : 
  1. Siapkan bambu anda.
  2. Pecahlah bagian pangkal dari bambu anda. Pilihan pangkal bambu adalah mengenai kekuatan struktur bambu yang pasti lebih kuat dibandingkan bagian ujung bambu.
  3. Ikatlah tali anda pada pangkal hasil pecahan anda, pengikatan ini bertujuan untuk menghindari terjadinya pecahan susulan yang merambat setelah terjadi tekanan pada waktu berburu.
  4. Pasanglah ring anda, untuk men-stabilkan posisinya, maka ring harus diikat dengan kuat.
  5. Setelah dirasa telah cukup, maka langkah selanjutnya adalah membuat mata tombak, anda dapat mulai meruncingkannya, buatlah sebuah tukik pada tiap mata tombak untuk menghindari terlepasnya kembali ikan setelah tertancap.



Ketika anda telah berhasil membuat tombak ikan, belum tentu anda dapat langsung baik ketika menggunakannya, anda hanya perlu terus berlatih. Selamat mencoba...

Memilih Pisau yang Baik untuk kelapangan



Memilih pisau, terutama yang untuk penggunaan outdoor / survival adalah keputusan yang sangat individual. Dan itu keputusan yang harus mengakomodasi pengguna pengalaman, pengetahuan, ukuran, lingkungan dan jenis kegiatan. Mungkin ada pertanyaan lain akan membuat debat lebih energik antara outdoorsmen daripada "apa pisau yang terbaik?" Dan ketika ditanya, kemungkinan untuk menghasilkan wacana panjang tentang metalurgi, desain pisau, ukuran pisau, menangani bahan dan selubung, belum lagi rincian lebih jelas seperti tepi geometri dan ukuran Choil. Hal tersebut pasti akan sangat membingungkan. Tapi pertanyaannya mungkin lebih baik dinyatakan sebagai "Apa pisau yang paling aman dan efektif untuk saya?"


Karakteristik umum pisau survival.


Pepatah lama menyatakan bahwa pisau yang terbaik adalah pisau yang Anda miliki. Tapi secara umum, Anda benar-benar ingin memiliki pisau yang benar-benar tepat, salah satu yang cukup fleksibel untuk melakukan serangkaian beragam tugas dan cukup tahan lama untuk menahan penggunaan yang keras. Tidak harus besar dan berat, umumnya saya pikir 4 "-6" pisau sesuai untuk kebanyakan situasi. Pisau harus tang konstruksi penuh - yaitu, dimana bahan pisau meluas melalui pegangan. Hal ini memberikan kekuatan pisau. Saya pikir desain blade terbaik secara keseluruhan adalah pisau titik drop. Ini desain serbaguna yang sangat efektif untuk sebagian besar tugas lapangan umum dan menawarkan titik kuat. Sebuah pisau titik drop kurang mungkin untuk istirahat pada titik dari titik desain klip yang mendalam lebih umum dari bentuk model  dan gaya pisau berburu tradisional. Berbentuk pendek dengan  klip lurus yang dapat memberikan titik kuat yang sama.




Jenis baja sebagai bahan dasar pisau.
Bagaimana baja diperlakukan perhatian yang sama pentingnya dengan jenis baja. Baja yang terbaik tidak akan benar-benar baik untuk digunakan, mungkin akan lebih buruk dari pada baja berkualitas rendah. baja karbon tetap menjadi favorit klasik survival penggemar pisau karena kekuatan mereka dan karakteristik retensi pada tepi. Tapi, karena baja karbon lebih cenderung karat, pisau ini membutuhkan perawatan ekstra dan perhatian. Namun, baja stainless terbaru akan tahan sama dengan baik dan memerlukan sedikit pemeliharaan dan perawatan jauh lebih sedikit. Secara teknis bukan stainless steel, baja D2 menjadi lebih populer karena ketahanan korosi meningkat dibandingkan dengan baja karbon lainnya, dan penyelenggaraan tepi dan sifat ketangguhan yang ditawarkannya.




Pegangan pisau.

Pegangan harus nyaman untuk stabil dalam posisi apapun, itulah sebabnya mengapa beberapa pisau yang dirancang memiliki alur jari yang mendalam. Pegangan terbaik dirancang untuk memberikan pegangan yang kuat dan menjadi tahan selip, terutama ketika basah. Jika pegangan bertekstur terlalu banyak, hal itu dapat menyebabkan bintik-bintik panas dan lecet  pada penggunaan berat. Sebuah lubang pada pegangan merupakan fitur penting untuk mencegah hilangnya pisau. Anda tidak perlu sengaja kehilangan alat survival yang paling berharga. Selalu gunakan lanyard pergelangan tangan(tali pengikat antara pisau dan tangan) saat bekerja dengan pisau anda di atas air atau di tempat lain, di mana ia mungkin akan jatuh dan membuat anda kehilangan.




Sarung pisau.
Secara tradisional sarung pisau terbuat dari kulit, sekarang  sarung pisau dapat terbuat dari nilon balistik dengan sisipan kaku atau dibentuk dari Kydex atau Concealex dan bentuk dipasang pada pisau yang mereka dukung. Sarung yang tepat harus membuat pisau tetap aman(tidak mudah hilang) serta mampu melindungi Anda dari pisau anda sendiri. Beberapa sarung pisau kini memiliki beberapa pilihan untuk dapat dipasang di rompi, ikat pinggang ataupun tempat lain yang memungkinkan anda untuk menempatkan pisau hampir di mana sesuai keinginan anda. Beberapa selubung memiliki kantong aksesori untuk menyimpan batu asah, multitools atau peralatan penting outdoor dengan muatan lebih kecil.





Pisau lipat.
Pisau lipat merupakan pendamping yang baik dan back-up untuk pisau tetap utama Anda. Namun, banyak orang menggunakan pisau ini sebagai pisau utama, karena mereka tidak dapat membawa pisau tetap mereka dengan berbagai alasan. Tentu saja pisau lipat tidak akan sekuat pisau tetap, karena anda mengandalkannya maka pisau lipat ini yang akan melakukan pekerjaan, pilihlah pisau lipat dengan berkualitas tinggi. Adanya fitur pengunci  pisau adalah suatu keharusan. Pisau non-penguncian dapat menyebabkan cedera yang serius.  Kelemahan fatal  adalah dari pisau lipat adalah ketika anda mungkin memiliki cedera pada satu tangan atau bahkan jika itu tidak terjadi, satu tangan mungkin sibuk dengan tugas penting yang bertepatan dengan kebutuhan menggunakan pisau. secara umum, pedoman yang sama mengenai desain pisau dan baja berlaku tetap gunakanlah pisau dengan tang penuh.




Pisau alat serbaguna/ multi fungsi
Pisau alat serbaguna yang dapat menjadi aset besar untuk seseorang yang mencoba untuk bertahan hidup dan merupakan pisau tetap yang baik. Tetapi sebenarnya pisau ini bukanlah yang terbaik. Karena kegunaan dari peralatan sebaguna tergantung pada jenis, jumlah, ukuran, dan desain pisau dan alat-alat lainnya. Ideal-nya, tujuan peralatan serbaguna ini harus benar-benar tepat, yaitu memiliki kemampuan untuk memotong dengan kuat, menggergaji dengan mudah. Karena pisau alat sebaguna kebanyakan memiliki ukuran yang kecil pada setiap peralatannya, maka secara fungsional kurang efektif. Selain itu, preferensi individu tetap mengambil alih.



Ringkasan
Pisau adalah salah satu alat yang paling penting untuk memiliki di alam liar. Pisau adalah alat yang membantu anda menyelesaikan banyak tugas penting untuk menjaga anda tetap mampu bertahan, membuat perapian, sinyal, mengumpulkan makanan, membangun persiapan, berburu dan banyak lagi. Inilah sebab mengapa banyak para pecinta alam liar memperlakukan pisau mereka dengan sangat baik.

Anak Panah


Paling vital dalam berburu menggunakan senjata jarak jauh adalah pada alat yang melesat. kesalahan ukuran, bahan, dan bobot adalah inti dari gagalnya makan malam anda.

berikut akan saya bahas habis mengenai anak panah:

Mata panah/ head arrow/point:
dibuat dari benda yang kuat, keras ataupun dapat dipertajam. bahan tersebut dapat berupa tulang, kaca, batu, fiber ataupun besi. semakin tajam mata panah, maka belahan angin akan semakin mudah. berat point akan mempengaruhi lontaran anak panah.
Badan panah/Shaft:
dibuat dari bambu, rotan ataupun kayu. memiliki panjang hingga 60 cm. bahan shaft akan berpengaruh terhadap daya rusak, kecepatan dan keawetan shaft agar tetap lurus. diameter shaft mempengaruhi kecepatan lontaran dan daya rusak terhadap target.
Ekor panah/fletching:
dibuat dar bahan yang ringan, seperti bulu unggas, plastik, kertas maupun kain. memiliki panjang 25-38mm dan jarak antar fletch adalah 120 derajat dipasang sebanyak 3 buah tiap anak panah. panjang dan lebar fletch berpengaruh terhadap kecepatan, suara, dan stabilitas anak panah. fletch direkatkan dengan lem dan dilindungi dengan lilitan tali.
Pangkal panah/nock:
dibuat dari platik, fiber, ataupun langsung dari shaft. nock mempengaruhi lontaran, suara dan gesekan terhadap string.


kecepatan, kebisingan/suara dan daya rusak anak panah berdasarkan bahan,  berat, panjang, diameter dari masing bagian anak panah di atas. hal tersebut juga dipengaruhi oleh kualitas busur anda, arah angin, kelembaban dan suhu/cuaca.

Membuat anak panah bukan hal yang mudah, semua perlu proses dan selamat berolah raga.


Baca mengenai:
Jenis Busur Panah
Cara Membuat Busur Panah





sumber: google image

Jenis Busur Panah


Busur panah yang handal mengalami perkembangan berdasarkan tingkat kecerdasan, geografis, ketersediaan bahan, maupun kebutuhan.


Berikut jenis-jenis busur panah:

Long bow:
Busur panah jenis ini memiliki panjang lebih dari dua meter, longbow mampu melontarkan anak panah hingga 400 meter. longbow dibuat dari bahan alami seperti kayu berjenis keras maupun dari bambu.


Short bow:
Busur panah jenis ini memiliki panjang sekitar 1,8  meter. Shortbow mampu melontarkan anak panah hingga 350 meter. Shortbow dibuat dari bahan alami seperti kayu berjenis keras maupun dari bambu.


Primitive bow:
Busur panah jenis ini memiliki panjang sekitar 1,7 meter, Primitive bow mampu melontarkan anak panah hingga 300 meter. Primitive bow dibuat dari bahan alami seperti kayu berjenis keras dan memiliki tekstur yang kasar, karena dibuat menggunakan kapak.



Recurve bow:
Busur panah jenis ini memiliki panjang sekitar 1,8 meter, karena bentukannya yang melengkung, makan busur ini terlihat sangat pendek. Recurve bow mampu melontarkan anak panah hingga 250 meter.Recurve bow dibuat dari bahan alami seperti kayu berjenis keras, Fiber maupun dari bambu. busur jenis ini merupakan busur yang paling sulit dibuat.


Jenis-jenis busur di atas juga memiliki banyak perkembangan berdasarkan bahan dan cara pembuatannya.




sumber gambar: google image. 

Teknik Penyeberang Jurang



Ketika survival ada berbagai jenis medan yang harus dilalui, ada suatu ketika kita terpaksa untuk menuruni punggungan atau menyusuri  lembahan guna tetap dekat dengan sumber air.

Jika kita mengikuti  aliran air, kita dapat saja menjumpai semak yang terlalu lebat untuk dilalui, tebing yang tiada dapat di tebak betapa dalamnya dan berapa tebing curam yang telah siap menanti kita. Di sekitar sumber air pasti akan terdapat berbagai binatang hutan lain yang dapat kita konsumsi bahkan binatang yang siap mengincar kita dan menjadi ancaman mematikan bagi kelanjutan hidup kita.

Dalam sesi menyeberang jurang ini,  kita akan membahas mengenai bagaimana melewati jurang di antara dua dataran dengan tinggi yang hampi sama. Di mana lokasi A adalah tempat kita berdiri saat ini, dan lokasi B adalah tujuan kita selanjutnya.

Di antara lokasi A dan B, menganga sebuah jurang yang akan memakan waktu beberapa jam untuk dilalui. menuruni dan menaiki jurang tersebut adalah tidak mungkin, karena sesuatu yang membuat kita tidak mungkin untuk melaluinya. Seperti kurangnya peralatan, merupakan sarang babi hutan, medan yang terlalu terjal, atau air yang terlalu dingin.

Saat ini kita adalah seorang survivor yang telah kekurangan air, tenaga dan kehabisan bahan makanan.  Sehingga kita harus pandai-pandai memperkirakan, memanfaatkan sebaik-baiknya setiap detail dari segala hal dan berkonsentrasi pada apa yang ada di sekitar kita.


Bagaimana Menyeberangi Jurang? Berikut...

Langkah pertama
mencari pohon dengan dua batang utama, lurus dengan panjang batang hampir sama di sekitar bibir tebing, pastikan merupakan pohon berakar serabut, sehingga akarnya tidak terlalu dalam menancap pada tanah dan memiliki tinggi lebih dibandingkan jarak antara lokasi A dan lokasi B. Pastikan pohon tersebut berdiri pada tanah yang gembur tetapi tidak mudah longsor.

Misal: jarak lokasi A dan lokasi B adalah 7 meter maka anda mencari pohon lebih  tinggi dari 9 meter. Perli diingat bahwa kekuatan batang dengan cabang dan ranting adalah berbeda. Begitu pula jenis pohonnya.

Langkah kedua
mencari batang sedang untuk di potong-potong (akan digunakan sebagai anak tangga) dengan panjang yang sesuai antara kedua batang pohon yang akan anda gunakan.
Siapkan pula tali anda untuk mengikat anak-anak tangga ini nantinya, jika anda tidak memiliki tali maka anda perlu segera mencari/buatlah tali yang kuat dari kulit pohon atau akar.

Langkah ketiga
Carilah batang pohon yang dipotong tinggi dengan ujung berbentuk huruf “Y” seperti kayu ketapel/penangkap ular(batang ini berfungsi untuk mendorong batang pohon untuk menyeberang ke arah yang diinginkan, sehingga tidak akan salah arah ketika pohon anda tumbang nantinya.)

Menggunakan 2  jenis batang seperti ini adalah lebih baik untuk memastikan tepat arah tumbangnya pohon anda nanti (salah arah tumbang dapat saja malah membuat anda masuk jurang!)

Cara menggunakannya adalah mendorongkan cabang bentuk Y kepada pohon anda ke arah lokasi B. Dan menancapkan batangnya pada tanah di lokasi A supaya tidak bergeser.

Langkah keempat
Mulailah dengan mengikat satu persatu batang-batang yang telah anda potong-potong tersebut menyerupai anak tangga. Mulai dari pangkal pohon, sambil naik anda sambil mengikatkan anak tangga selanjutnya hingga ke posisi yang cukup untuk nanti menyeberang. (Jika tinggi 8 meter anak tangga akan membuat anda sampai pada lokasi B, maka buatlah lebih tinggi dari itu, perkirakan dengan tepat.)

Langkah kelima
Anda sekarang telah berada pada anak tangga bagian paling atas, tangan anda memegang kuat batang pohon anda untuk menyeberang, sekarang yang anda lakukan adalah menggoyangkan pohon anda sekuat-kuatnya ke arah lokasi B berada, terus goyangkan dengan kuat, terus goyangkan hingga pohon itu roboh.

Setelah pohon tersebut roboh maka anda akan segera berada pada lokasi B dengan cepat.

Cara menyeberang seperti ini akan sangat membantu anda menghemat tenaga dan waktu. Dalam survival tenaga, waktu dan kecepatan adalah bagian dari keberlanjutan hidup anda.

Ini merupakan cara penyebarangan efektif dan berbahaya, gunakan sebagai pilihan terakhir. Jangan menggunakan/mencoba cara ini jika masih ada cara lebih baik dan lebih aman, karena robohnya pohon pada tempat yang salah dapat mengakhiri hidup anda.

Simpul tali, nama dan cara membuatnya


Secara umum, tali dikenal  sebagai material yang sangat membantu manusia dalam berbagai segi kehidupan. Baik itu anak-anak, pemuda, maupun orang tua. Tali biasa digunakan untuk menarik, mengikat, melilit, menjerat maupun untuk bermain layang-layang. Tali memiliki banyak jenis dan ukuran, dari ukuran kecil hingga ukuran besar. Tali dapat dibuat dari berbagai bahan, dari material seperti  akar-akaran, plastik, kawat, kulit pohon, batang bambu, sabut kelapa hingga rerumputan. 

Memanfaatkan tali dengan efektif dan efisien adalah sebuah kebijakan. Dan hingga kini belum semua manusia di bumi mampu dengan bijak menggunakan tali. Penggunaan simpul pada tali merupakan salah satu keahlian terpenting dalam penggunaan tali, membuat anda lebih mudah dan cepat dalam pemasangan untuk keperluan anda maupun saat anda melepaskannya. Dengan penggunaan simpul anda memanfaatkan tali anda secara maksimal, dan penggunaan simpul akan membuat tali anda lebih awet.

Tali begitu teramat penting dalam memperlancar berbagai aktifitas dan kebutuhan manusia. Survivor dapat menggunakan tali untuk membuat shelter, membuat jebakan, membuat senjata, menuruni maupun menaiki tebing, membuat api, membawa barang, mematahkan kayu, menyeberangi sungai dan sebagainya. Walaupun dengan tali yang terbatas, asalkan anda menguasai berbagai macam simpul, sebagai seorang survivor anda akan lebih memiliki harapan.

Setiap wilayah, daerah, baik perorangan maupun kelompok terkadang memiliki istilah atau pemberian nama untuk sebuah simpul secara berbeda-beda. Karena dalam hal ini kita lebih banyak membahas mengenai Survival maka, nama simpul akan tidak dianggap sebagai hal yang lebih penting dari pada sebuah nyawa.

Berikut beberapa cara membuat simpul yang dapat anda gunakan dengan fungsinya masing-masing.

1. Bow line on a bight.

Simpul ini membentuk lingkaran di tengah tali.

2. Backup knot.
Simpul ini digunakan sebagai kunci untuk menambah keamanan pada tali utama.

3. Water knot.

Simpul terbaik yang paling tepat untuk tali webbing ataupun tali pipih lainnya.

3. Timber hitch.


Simpul sebagai  penguat tiang.

4. Tauthline hitch.
Simpul yang dapat digunakan sebagai jerat atau fungsi lainnya, karena tidak ada aturan tertentu dalam penggunaannya.

5. Square knot.

Sebagai simpul untuk mengikat tali lain dan bukan untuk mengikat benda-benda keras.

6. Ancor knot.

Simpul ini mampu membuat tali anda memiliki kekuatan lebih besar hingga 200%.

7. Sheet bend.

Simpul yang digunakan untuk menyambung tali dengan ukuran yang berbeda.

8. Running bow line.

Simpul untuk menjerat.

9. Rooling hitch.

Simpul untuk mengikat tiang.

10. Prusik knot.


Simpul yang tepat digunakan sebagai pengganti ascender/alat untuk memanjat pada tali.

11. Munter hitch.

Simpul yang biasa digunakan untuk belaying. Mudah digunakan untuk mengulur atau untuk menarik dan dapat dengan mudah dikunci.

12. Morning hitch.

Simpul paling mudah dalam pelepasannya

13. Half hitch.



Simpul sebagai kunci utama  untuk mengikat suatu benda.

14. Figure eight.
Simpul terkuat untuk membuat sebuah lingkaran pada ujung tali.

15. Constictor knot.

Simpul untuk mengikat suatu bagian benda.

15. Clove hitch.

Simpul sederhana untuk mengikatkan tali pada sebuah tiang.

16. Carrick bend.

Simpul untuk menggabungkan dua buah tali yang sama kekuatannya.

17. Butterfly knot.
Simpul untuk membuat sebuah lingkaran mati di tengah-tengah tali.

18. Buntline hitch.

Simpul untuk mengikat sebuah benda pada ujung tali.

19. Bow line.


Simpul untuk membentu sebuah lingkaran pengikat yang kuat.

20. Root knot.

Simpul untuk mengikatkan tali pada sebauh tiang/benda lainnya.

Jika anda masih bingung dapat mencobanya satu persatu. Dengan alur yang sesuai, anda dapat mulai secara perlahan dan menariknya secara perlahan hingga membentuk sebuah simpul, melepasnya dan mengulanginya kembali. Semakin sering anda bergelut dengan sesuatu, semakin mahirlah anda dalam menangani setiap permasalahan dalam hal tersebut, termasuk dalam pembuatan maupun pengembangan simpul.
Mengenai nama-nama simpul letakkan pada urutan kedua, kecuali jika anda berkewajiban untuk membagi pengetahuan anda dengan yang lain. Bagian pertama adalah pemahaman anda mengenai cara membuat dan memfungsikan simpul2 anda serta mengkombinasikan sebuah simpul dengan simpul-simpul lain yang sesuai. Sistem simpul yang tepat akan membuat managemen tali anda lebih baik.
Materi di atas tentunya belum mencakup keseluruhan mengenai jenis simpul. Perlu diingat, bahwa simpul-simpul di atas belum tentu dapat digunakan dalam pemakaian tali-tali dari bahan alami. simpul-simpul di atas dirasa penulis telah cukup untuk anda ketahui dan gunakan, semoga akan mempermudah anda dalam melakukan segala aktifitas baik itu dalam pembuatan shelter, memanjat tebing, membuat jebakan ataupun menarik dan mengikat sesuatu. Semakin lihai anda memanage tali anda, akan semakin terasa besar manfaatnya untuk anda.
Selamat mencoba, semoga sukses dan kapanpun anda menjadi survivor, anda mampu lebih siap.